SEMAROTOMOTIF~ Melepas dan tidak menggunakan Thermostat, sangat berpengaruh terhadap kinerja mesin mobil.
Alasan paling umum mengapa sebagian kendaraan tidak memasang Thermostat pada sistem pendingin dimesin mobilnya yaitu:
- Rumah thermostat sudah rusak akibat korosi
- Suku cadang sulit diperoleh
- Sistem pendingin yang tidak bekerja maksimal
Hal ini lah yang menjadi alasan mengapa sebagian pemilik mobil memutuskan untuk tidak menggunakan Thermostat pada kendaraan nya, dan rata-rata memang kasus seperti ini banyak ditemukan pada mobil-mobil tua. Ini menjadi alternatif perbaikan para pemilik kendaraan supaya mesinnya tetap dapat dioprasikan kembali.Namun tidak sedikit para pemilik mobil kurang mengetahui efek pelepasan Thermostat akan berdampak buruk pada mesin, sebab Thermostat sendiri adalah komponen sistem pendingin yang sangat vital, adapun fungsi Thermostat yaitu sebagai berikut:
Thermostat mobil dipasang pada mesin mobil yang bekerja mengatur suhu mesin dengan membuka untuk memungkinkan cairan pendingin dari radiator mengalir melalui mesin, mendinginkannya, kemudian menutupnya lagi dan untuk memungkinkan mesin memanas hingga suhu operasi.
Artikel terkait> Cara mudah mengganti thermostat mobil
Siklus ini berulang saat Anda mengemudi, menjaga suhu mesin tetap optimal untuk berkendara tanpa takut mesin Anda mengalami overheat.
Oke langsung saja berikut ini beberapa pengaruh melepas Thermostat pada mesin mobil:
1. Lambat mencapai suhu kerja mesin
Inilah salah satu pengaruh mesin tidak menggunakan Thermostat, sebab fungsi Thermostat adalah mencegah sirkulasi cairan pendingin hingga mesin mencapai suhu kerja yaitu sekitar 85°-95° derajat Celsius dan rata-rata waktu pencapaian suhu kerja sekitar 4-7 menit.
Ketika Thermostat tidak terpasang pada mesin, cairan pendingin mulai bersirkulasi sejak mesin dihidupkan. Tentunya ini akan memperlambat pencapaian suhu kerja mesin, efeknya RPM mesin akan tetap tinggi sampai sirkulasi cairan pendingin benar-benar panas merata dan ini membutuhkan waktu yang lebih lama. Umumnya mobil yang menggunakan Thermostat membutuhkan waktu 4-7 menit untuk mencapai suhu kerja mesin dan 10-15 menit untuk mobil yang tidak menggunakan Thermostat.
2. Ring piston cepat aus
Alasan ring piston cepat aus yaitu pengaruh dari suhu mesin yang tidak ideal.
Gesekan antara ring piston meningkat sehingga lebih cepat aus, efek ini lebih terasa diiklim yang lebih dingin. Misalnya saat Anda berkendara lama diwaktu hujan, kondisi ini sangat berpengaruh pada ketidak stabilan suhu mesin.
3. RPM atau putaran mesin tinggi
Mesin mobil tetap dalam putaran tinggi untuk waktu yang lebih lama. Dalam loop terbuka atau sirkulasi cairan pendingin yang terbuka, tidak ada kontrol umpan balik oleh sensor rasio udara ke bahan bakar (sensor oksigen). Ini adalah fase pengayaan bahan bakar.
Artinya, semakin lama mesin hidup dalam fase loop terbuka maka semakin lama pula mesin berputar dalam kondisi RPM tinggi .
4. Kipas radiator berputar tidak menentu
Pada umumnya kerja kipas radiator diatur oleh sensor temperatur dan buka-tutupnya thermostat. kipas akan berputar mendinginkan cairan pada saat suhu mesin mencapai diatas 100° celcius atau diatas suhu kerja mesin kemudian kipas akan menghentikan putaranya saat suhu mesin mulai normal dan seterusnya.
Namun pada mesin mobil yang tidak menggunakan Thermostat, waktu putaran kipas radiator tidak teratur. Tergantung pada suhu yang ditangkap oleh sensor temperatur cairan pendingin itu sendiri.
5. Menyebabkan degradasi oli mesin lebih cepat
Ketika mesin tidak mencapai suhu optimal dimana kelembaban oli tidak dapat dibakar, maka oli mesin akan lebih cepat terdegradasi atau merendahnya daya lumas oli yang dapat menyebabkan keausan komponen mesin.
Selain itu, penggantian oli mesin Anda akan lebih awal dari jadwalnya dan pastinya ini tentu merugikan Anda.
6. Peningkatan emisi bahan bakar
Selain merugikan kesehatan manusia dan lingkungan, emisi bahan bakar juga membuat konsumsi bahan bakar mobil Anda menjadi boros. Ini disebabkan suhu mesin yang tidak optimal dan pembakaran diruang bakar mesin menjadi tidak sempurna.
7. Konsumsi bahan bakar menjadi boros
Ini akan dirasakan para pemilik kendaraan yang tidak menggunakan Thermostat. Penyebab terjadinya peningkatan konsumsi bahan bakar yaitu dampak dari kegagalan sistem pendingin yang tidak mampu mempertahankan suhu kerja mesin secara optimal.
Pasalnya, pada saat Anda menyalakan mesin dalam kondisi dingin, mesin butuh suplai bahan bakar yang banyak supaya suhu kerja mesin cepat tercapai. Tetapi jika mesin lama mencapai suhu kerja, maka yang terjadi adalah sistem injeksi bahan bakar menjadi fail dan akibatnya sistem diset untuk menginjeksikan bahan bakar secara tepat pada kondisi beberapa RPM mesin, sehingga hal ini lah yang menyebabkan peningkatan konsumsi bahan bakar yang berlebihan.
Tidak ada komentar untuk "Inilah Efek Melepas Thermostat Pada Mesin Mobil"
Posting Komentar