Ternyata, Inilah 5 Penyebab Busi Hitam dan Basah
Kebanyakan orang saat mendapati businya hitam dan basah, mereka hanya akan membersihkannya saja dan memasangnya kembali, tetapi sebenarnya ada permasalahan yang lebih dari itu. Lantas apa yang menyebabkan busi selalu hitam dan basah?
Baik, sebelum kita membahas apa penyebabnya, perlu Anda ketahui fungsi busi secara spesifik berikut ini:
Jadi, pada kendaraan khusunya yang berbahan bakar bensin busi menjadi salah satu komponen vital dari sebuah mesin. Karena sangat berpengaruh terhadap siklus hidup mesin, fungsinya untuk menyalakan campuran udara bahan bakar di ruang bakar saat power stroke. Busi memang menghasilkan bunga api, tetapi bunga api tersebut bukan berasal dari busi itu sendiri. Melainkan loncatan elektron yang memiliki jumlah muatan yang besar sehingga kekuatannya dapat membentuk bunga api.
Performa busi cukup berat karena harus bekerja di ruang bakar yang memiliki temperatur dan tekanan tinggi. Sehingga masalah busi sering muncul apalagi jika busi tidak berhubungan dengan spesifikasi mesin.
Masalah busi hitam dan basah bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:
1. Campuran bahan bakar udara terlalu kaya
Penyebab pertama berasal dari campuran bahan bakar yang terlalu kaya dari karburator. Campuran AF yang mengandung bensin lebih banyak dari kondisi normal (14 : 1), dapat menyebabkan endapan bahan bakar di sekitar ruang bakar termasuk elektroda busi.
Memang untuk mesin tidak terlalu berpengaruh, yang paling berpengaruh pada masalah ini adalah tentang penggunaan bahan bakar menjadi lebih boros.
Kondisi busi yang basah saja bisa menyebabkan gangguan pada sistem pengapian, jadi walaupun hal ini terbilang sepele sebisa mungkin gunakan karburator dengan settingan normal/ideal.
Untuk mengatur campuran bensin, cukup memutar sekrup stasioner. Itu bisa diatur menggunakan obeng. Jika dikencangkan maka aliran bensin akan lebih irit, sebaliknya bila skrup dilonggarkan maka campuran bahan bakar menjadi lebih kaya.
2. Kebocoran oli mesin
Selain bensin, kelembapan pada elektroda busi juga disebabkan oleh oli yang masuk ke ruang bakar. Memang oli harus beroperasi di luar ruang bakar. Bila ada oli yang masuk ke ruang bakar maka bisa dikategorikan kebocoran oli mesin.
Kebocoran ini bisa terletak pada klep mesin atau silinder/cincin piston yang aus. Titik oli dari mesin masuk ke ruang bakar saat piston beroperasi.
Tentu bukan hanya busi yang basah, tapi asap knalpot juga menjadi putih seperti mesin 2 tak. Asap putih disebabkan oleh minyak yang terbakar.
Cara mengatasi oli naik ke busi
Jika oli mesin bocor dari klep, Anda hanya perlu mengikis klep atau jika ada kebocoran oli dari segel klep sebaiknya ganti yang baru. Ini benar. Proses ini terbilang berat karena untuk mengganti klep motor harus membongkar komponen head cylinder. Jadi perlu skill dan pengetahuan juga. Tetapi jika Anda memiliki seperangkat alat, Anda dapat melakukannya sendiri dengan risiko Anda sendiri tentunya.
Namun bila kebocoran oli berasal dari ring piston maka kita harus melakukan pembongkaran total. Ada dua komponen yang berpotensi merusak dalam hal ini, yakni ring piston dan liner silinder. Solusinya adalah dengan mengganti ring piston atau oversize blok silinder.
Namun, untuk masalah busi basah karena oli biasanya memiliki beberapa gejala lain yang mengikuti seperti kehilangan tenaga atau suara mesin yang lebih kasar.
3. Ada air yang masuk ke mesin
Sangat jarang sebenarnya jika air bisa masuk ke mesin. Namun jangan salah dulu, saat Anda mencuci mobil atau motor, air bisa saja masuk ke filter udara dan menggenangi area filter. Untuk sesaat Anda menghidupkan mesin normal, tetapi genangan air dapat terbawa oleh aliran udara selama asupan. Akibatnya busi bisa basah dan mesin sulit dihidupkan.
4. Faktor bahan bakar
Bensin itu banyak jenisnya, yang membedakan semuanya adalah soal angka oktan. Bensin beroktan 90 lebih baik kualitasnya dari bensin beroktan 85 tetapi kita tidak mengetahui kandungan bensin yang dijual secara eceran. Hal ini karena dalam beberapa kasus sengaja melakukan pencampuran bensin dengan bahan lain seperti air, atau minyak.
Mungkin Anda bisa melihat campuran bensin yang dicampur di jalan yang harganya lebih murah. Campuran ini dapat mengendapkan dan melembabkan elektroda busi. Sehingga akan membuat masalah pengapian.
Apalagi jika mobil Anda memiliki teknologi injeksi maka jangan sekali-kali menggunakan bensin campuran, campuran air atau oli yang sulit terbakar berpotensi merusak injektor. Tapi kalau mix dari 85 sampai 90 oktan, tidak terlalu terpengaruh. Semakin tinggi angka oktan, semakin tinggi rentang kompresi mesin.
5. Faktor kualitas busi
Selain dari faktor luar ternyata kondisi busi juga berpengaruh. Busi kendaraan yang kurang tepat dan tidak sesuai dengan busi yang direkomendasikan dapat menimbulkan masalah pada mesin atau pada busi itu sendiri.
Jika api yang keluar terlalu kecil, penyalaan akan lebih sulit sehingga bahan bakar yang tidak terbakar akan mengendap pada elektroda busi.
Jadi intinnya adalah selalu gunakan busi yang tepat atau busi yang direkomendasikan yang sesuai dengan spesifikasi mesin anda, tidak hanya dari lubang ulir saja tetapi besarnya hambatan juga perlu diperhitungkan. Hal ini dikarenakan setiap mesin kendaraan memiliki standar pengapian yang berbeda, sehingga output yang dihasilkan juga berbeda.
Itulah beberapa penyebab busi hitam dan basah, semoga bisa memberikan solusi dan manfaat bagi Anda.
Baca juga Inilah Yang Menyebabkan Busi Sering Mati
Tidak ada komentar untuk "Ternyata, Inilah 5 Penyebab Busi Hitam dan Basah"
Posting Komentar